Senin, 12 Mei 2014

Keberuntungan yang akan dikenang

Aku buat blog ini bertujuan berbagi cerita dan bukan maksud apa2, aku sih cuma mau kasih tau "kalau sudah susah kita jangan berdiam diri" apalagi yang sudah tamat sekolah SMA dan gak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Satu hal yang aku percayakan kita sebagai manusia pasti punya kelebihan, tapi kita jarang memikirkan hal itu karena masih muda, dan hanya mengikuti suasana yang masih lajang, nah kalau nanti terus2an dan umur bertambah terus gimana? Aku juga belum tau masa depanku gimana, yang pasti aku beranggapan lagi mempersiapkan dan melatih mulai sekarang agar tidak merasakan kesusahan nantinya.

Aku sih kuliah pada saat memanfaatkan salah satu Media sosial yaitu Twitter, ketika itu aku beli salah satu SmartPhone yaitu BB, dan mempunyai itu tentunya butuh pulsa lebih untuk bisa menggunakan BlackBarry Messenger agar mengikuti perkembangan anak muda. Melihat perkembangan dalam BB banyak orang yang menjalankan usaha Online seperti Baju dan Fashion lainnya, aku melihat kawanku yang ada di kontak BB menjalankan usaha baju di Bali, dan mendapatkan sebuah keuntungan dari pemanfaatan ini. Jadi saat itu aku pengen mencoba bisnis online gak tau kenapa, karna aku memang dari dulu gak bisa berdiam dan meminta uang ke orangtua terus2an, ya walaupun di kasih untuk uang beli minyak kreta dan lebih sedikit untuk jajan. 
Dengan umur yang sudah kuliah dan ekonomi keluarga yang pas2an saat umur mulai ke arah pendewasaan, aku sedikit merasa bosan dengan suasana yang begitu2 saja setiap hari, harus menahan selera di usia muda dan kadang kesal sendiri karena orangtua hanya menyarankan selesaikan kuliah dan setelah selesai kuliah nanti baru terserah mau kerja apa dan buat bisnis apa. Ya jujur aja ya di era sekarang apa2 mahal dan tinggal di kota mau gak mau harus menyesuaikan penampilan, kayaknya sayang aja gak bisa membanggakan diri di masa muda, adanya malah selalu jadi iri hati dan minder dan gak nerima kenyataan yang ada. Gitu kan hehe..

Nah, aku awalnya binggung mulai dari mana dan mau belajar dari mana? Akhirnya aku minta tolong ke saudara sepupu ku di Bandung, dan dia punya kenalan yang memanfaatkan BB untuk usaha dan aku di ajari cara berjualan online dan dia sebagai penyalur (Suplayer) sepatu. Besoknya aku langsung nyoba berfikir dari mana caranya agar orang2 beli sepatu yang ku jual, dan aku nyoba dari Pesan instan WeChat yang bisa menjangkau orang2 sekitar dan mempromosikan sepatu yang di jual, akhirnya bosan juga dan gak ada perkembangan adanya hanya nanya2 aja, lalu aku korbankan Facebook ku sebagai alat bantu promosi, yang pasti teman terdekat ada di Facebook mengetahui, sebulan berjalan begitu2 aja belum ada perkembangan dan tidak ada dorongan dari Suplayer sepatu dan dia cewek Bandung yang cantik dan kaya.

Nah salah satu teman saya ada yang berminat membeli sepatu yang saya promosikan di Facebook, akhirnya teman2 yang lain ikutan membeli, lalu saya memberitahukan Suplayer saya agar mengirimi orderan berjumlah 8 pasang, dengan total jutaan serta ongkos kirimnya. Selang beberapa hari sepatu datang 5 pasang dengan packing yang terpisah, dan di buka hasilnya mengecewakan karna nomor sepatu tidak sesuai dan ada juga yang cacat (gagal produksi) dan esoknya datang packingan 3 sepatu lagi dengan hasil yang sama dan tidak sesuai seperti yang di pesan, aku disitu kecewa berat dan mau marah rasanya.

Jujur aku udah binggung melihat salah satu kondisi sepatu yang gak layak dipakai, jadi mau gak mau aku coba antar ke rumah temanku yang pesan, dan memang benar ukuran sepatunya kegedean dan ada juga yang kondisi sepatu gak selayaknya di bilang sepatu, jadi cuma yang berhasil hanya 2 sepatu dari 8 pasang. Dan aku minta pertanggung jawaban ke Suplayer ku itu, kenapa kok gini hasilnya dan karna aku pun bergantungan dengan dia, jadi aku pandai2 menahan emosi aja, dan dia jawab: "Sebentar saya telfon pegawai dulu, ini bakal saya marahin dia karna buat malu aja" (Saat itu dia seakan2 punya gudang dan memproduksi sendiri sepatu2nya).

Oke, saat itu aku gak ada berfikiran apa2 karna aku memang belum tau apa2, dan akhirnya sepatu yang salah aku kirimi balik ke Bandung dan anehnya aku di yang nanggung biaya ongkos kirim dari Medan ke Bandung, dan dia gak mau tau soal ongkos kirim (Return), dan itu pun aku kirimi juga pakai uangku supaya sepatu diganti. Sehabis itu kawan2 ku yang mengorder kasih kabar ke aku dan bermaksud gak jadi membeli sepatu, jadi ya aku berperasaan kalau dalam hati orang itu aku gak jelas dan aku pastinya udah rugi untuk biaya ongkir yang 6 sepatu ini, disitu aku udah mulai gak niat meneruskan bisnis Online ini.

Tapi akhirnya aku dapet orderan dari kawan ku jadi tadinya udah gak niat eh balik lagi, dan lucunya uang untuk sepatu orderan yang salah itu di tahan sama suplayer dan menunda2 waktu mentransferkan kembali. Jadi aku berfikir harus berusaha dapati yang mau beli sepatu, supaya duitnya balik dan akhirnya memang ada dan kali ini orderan sesuai pesanan dan aku cukup senang.

Nah melihat BBM sering kali melakukan BC (Broadcast) Promote Pin BB, aku sih kesal awalnya karna ada adek2an ku terus menerus BC kerjanya, tapi aku gak marah karna masih 4 kali dan 5 kali, akhirnya aku kesel juga karna isi  BC dengan kata2 "LAST TOL, Gak Sor Delcon aja" ya aku delcont, sehabis aku delcont aku berfikir sebentar kenapa gak aku invite2 aja Pin BB yang di Promote kan itu, kan kontak ku bisa banyak.

Dari situ aku belajar sedikit berkreatif, dan minta di promotekan juga Pin aku sekali2, jadi pas ada yang promotekan Pin aku agak sedikit kaget karna yang invite sekitar 20 orang langsung, dan di saat itu jugalah aku tiba2 teringat punya Twitter dan mencoba mulai merubah namanya, dan mengganti Akun yang berjualan sepatu, aku terus coba berfikir gimana supaya Online Shop ku ini bisa menarik perhatian. Pertamanya itu aku masuk ke Followers Akun anonim Medan yang bernama @MedanK**am, eh nyatanya aku Follow gitu ada yang followback dan sebagian ada yang nanya juga saat itu, aku terus mention akun2 orang dengan mengatakan "Ayo beli sepatu kesini ya dan lain sebagainya" lalu sebagian akun ada yang balas mention dengan sedikit keremehan karna mungkin Followersku saat itu masih 80, dan hari semakin hari Timeline ku mulai di penuhi Tweet2 kreasi masing2.

Nah tanpa sadar aku ngefollow Akun anonim yang bernama @OpungMedan dan saat itu memang gak ngelihat jumlah Followersnya, ada juga @WakJonMedan yang menarik buat aku tertawa dan aku nyoba mulai ikutan balas Tweet mereka berharap di balas supaya nama akun aku bisa muncul dan dilihat Followersnya. Aku coba DM ke salah satu akun anonim uwak2 dan minta promokan donk sekali akun ku, dan dia balas dan mengajukan promote berbayar, ya jujur aja aku kaget dan berfikir masa bayar kan minta tolong aja karna sesama Putra Medan, trus aku belajar lagi cari tau kenapa sih harus bayar? Nah itulah aku masih buta pada Twitter saat itu, dan ada salah satu Akun Coffee Shop yang bernama Jus Kuphi Medan, aku sedikit ada rasa penasaran pengen mencoba ke tempat itu kalau ada waktu kosong.
 
Dan lanjut cerita di BB ada yang invite Pin aku bernama Opung Medan dan kami berkenalan dari BBM ujung2nya ya mengajukan iklan juga, tapi aku menjelasi keadaan aku kenapa aku buat Twitter untuk berjualan, dan kami saling becanda akhirnya dan sedikit ngaur dan aku juga menanggapi apa yang bisa ku tanggapi dan akhirnya aku ngerti kenapa promo itu bayar. Ntah kenapa Admin akun Anonim Medan ini menyuruh aku main2 ke rumahnya dan saat itu aku kesana di malam hari sekitar jam 22.30 gitu, aku sempat takut awalnya karna kondisi jalan sepi dan gelap, tapi aku berfikir ini kesempatan bisa ketemu akun yang banyak Followersnya dan mau berteman pula, saat itu ya aku berfikiran kesempatan baik, akhirnya ketemu juga dan kami duduk2 sambil bercerita tentang Twitter sampai jam 02.00 subuh, aku cukup beruntung baru pertama jumpa langsung di kasih masukan supaya orang2 bisa saling tau.

Aku ikuti dan mempelajari yang disuruhnya, selang waktu berjalan aku dapat orderan dari orang Sibolga 12 sepatu Futsal sekaligus, dan Suplayer2 sepatu ntah dari mana mulai menginvite Pin BB ku tapi aku ragu karna gak kenal, tapi akhirnya aku nyoba komunikasi dengan yang berjualan online ini, karna aku ngelihat sepatu yang sama di Galery ku dan Dp yang dia pasang saat itu trus aku nanya harga sepatu itu berapa dan dia jawab 150ribu, aku kaget aja karna suplayerku membuat harga 250ribu, wah aku bimbang antara yang murah ini nipu atau suplayerku ini yang memanfaatin aku, tapi itu pun tetap aku kasih tau ke suplayer ku karna aku dah anggap dia kakakku dan dia bilang "hati2 aja banyak yang nipu sekarang dek" dan aku ya tetap aja percaya dan nyaman karna pernah order dan dia kenal sama kakakku. 

Habis itu yang di kasih masukan dari Admin anonim Medan itu langsung ada nilai baik dan orang Sibolga itu mengumpulkan kawan2nya disana maka bisa berjumlah 12 pasang dan biar sekali kirim karna pengiriman melalui Bandung ke Sibolga memakan 4 atau 5 hari. Aku coba tanya ke Suplayer ku berapa harganya, dan dia jawab 230ribu, dan ketika aku meminta gambar sepatu lain dan dia mengirim gambar sepatu tapi ada nama Shop yang lain dan itu bukan nama Shop Suplayer aku. 

Disaat itulah aku sadar dan nyoba ngerti cara kerja mereka, dan gak berapa lama kemudian nama yang aku lihat di Pic sepatu futsal itu menginvite Pinku, dan aku ajak berkomunikasi dan bertanya harga berapa ini dan dia jawab 110ribu, wah sangat membuat pertanyaan besar dan aku nyoba ke Kontak Shop satu lagi dan membandingkan harga, dan akhirnya aku tau perselisihan harganya 100ribu sampai 80ribu harga yang diberikan Suplayerku ke aku, dan aku langsung kesal karna mengingat orderan sepatu awal 8 pasang dengan keuntungan sebesar itu dan aku juga sebenarnya senang karna dia gak dapatkan untung akhirnya.

Besok aku langsung konfirmasi ke Online Shop satunya, dan membandingkan harga supaya bisa mengirim sepatu Futsal ini ke Sibolga, dan akhirnya aku mengorder dari 2 Shop Online ini untuk pertama kali dan merasakan rasa takut yang besar karna 8 sepatu futsal berjumlah 1jutaan lebih, dan satunya lagi order 4 pasang sekitar 700ribuan dan hal ini aku berani2kan aja karna mengejar kerugian yang dibuat Suplayer lama.  

Dan akhirnya aku tau Suplayerku itu selama ini bermaksud supaya aku berfikir dia punya gudang sendiri, nyatanya hanya perantara juga dan mengorder ke OLShop lagi, tapi ya aku maklumin aja karna dari dia juga aku memulai Online Shop ini.

Dan awalnya aku cuma mengaharapkan orang Medan untuk mengorder sepatu, eh gak sangka malah ada konsumen yang order sepatu dari daerah Aceh, dan langsung aku menjelasi cara pengorderan seakan sudah tau banyaklah supaya dia yakin, ya begitulah awal perjuanganku dan lama2 mulai terbiasa. Dan sebelumnya aku bisnis Online ini, aku itu kerja di Warnet sebagai Operator sehabis pulang kuliah, dengan gaji 600ribu/bulan karna rajin ada penambahan 200ribu jadi jumlahnya 800ribu aku terima hasil kerja. Waktu aku kerja harus bagi waktu, untuk kuliah jam 8 pagi dan selesai jam 12 atau 1 siang, dan kembali kerja jam 3 sore sampai jam 11 malam, pada saat itu gak tau kenapa jadi Operator warnet itu keren kayaknya dan pekerjaan yang enak dan bisa membagi waktu ke kuliah.

Aduh panjangkan ceritaku, tapi aku tetap semangat supaya gak membebani kedua orangtuaku dan saat itu Mamaku gak dikasih kerja lagi sama Papaku, jadi ya taulah gimana kan dan aku memperhatikan abangku dari dia awal Kuliah membiayai dirinya sendiri sampai Sarjana, ya pasti jawabnya karena dia sambil kerja. Dan hatiku maksa kenapa aku berdiam dirumah aja dan merokok aja kadang minta ke abang karena udah gak ada uang lebih lagi, oh ya aku itu ngunduri diri dari warnet karena kecapean dan  peraturan di warnet yang gak ada hari istrahatnya, hari2 di warnet dan akhirnya aku juga mulai males kuliah karna pengaruh capek dan kayak di hipnotis karena Game juga yang membuat betah di warnet dan pulang cuma ganti baju.

Aku lanjut ke Twitter dan terus berkomunikasi sama Admin Twitter ini dan dia gak pernah merasa rugi membagikan ide2 yang dia punya tentang Twitter, disitulah pengaruhnya aku rasain dan bantuan dari Promote Pin aku bisa kenal cukup banyak orang Medan, dan sebagian dari mereka jadi tau nama Twitter aku, disamping itu berbagai persoalan juga terjadi dari Konsumen nakal yang mengaku udah Transfer padahal belum, ya itulah pertama kalinya aku tertipu dan belajar ikhlas.

Aku memang belum cukup dikatakan berhasil atau sukses sih, karna aku juga gak pernah bertujuan memfokuskan hidupku di Twitter ini, karna aku tau sewaktu2 Twitter akan seperti Facebook yang mulai penggunanya berkurang, hanya saja aku udah berhasil membuat konsumenku mentransferkan sejumlah uang tanpa pertemuan dan di luar Medan, dan hal ini terjadi karena sebuah Twitter dan bisa dibilang keberuntunganku bisa orang mempercayain aku gak penipu, dan semuanya sih kembali karena belas kasihan Tuhan mungkin dimulai dari bisa kenal @OpungMedan dan sekarang ini aku bisa saling kenal ada beberapa Admin2 Twitter anonim Medan yang besar walaupun hanya sekedar aja.. Hahaha ~

Aku sering nongkrong ngopi2 itu pun salah satunya buang penat sih bukan ada merasa hebat, aku sering di salah satu Coffe Shop yang bernama @Jus_Kuphi yang cukup berpengaruh membantu usahaku dan bertambahnya pergaulanku.

Jadi, buat kawan2 yang orangtuanya masih sanggup membiayai kalian dan melengkapi kalian, bersyukurlah kalian karena kalian gak akan mau merasakan gak enaknya bersabar itu, gimana cari solusi supaya bisa dapat uang saku yang lebih. Semoga kalian juga bisa mendapatkan satu keberuntungan, dan apapun yang kita ciptakan nantinya "aku rasa memang harus ada perjuangan, pertahanan, dan kesabaran agar menjadi orang yang berhasil.

Okelah, kalau kalian ada baca sampai habis ceritaku ini, aku berterimakasih dan cuma berharap kalian bisa ambil maknanya yang gak bisa aku jelaskan dengan kata2 karena aku juga belum menjadi yang orang berhasil dan beruntung. Dan Twitter bagiku bukanlah satu jaminan tapi satu batu lompatan saat ini bagiku, dan satu pengalaman Cinta juga terjadi yang gak akan aku lupakan karena Twitter...

 

Blog ini aku buat pada Malam hari jam 20.25 WIB tanggal 12 Mei 2014 dan selesai 13 Mei 2014 pukul 06:13, dengan ketidakwajaranku sebagai manusia dan aku cuma punya cerita ini untuk di bagikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar